LIBURAN MUSIM PANAS IKE KANJI, YAMAUCHI HARUKI, DAN SUDOU KEN
Ini akan menjadi perbedaan diantara
jenis kelamin, tapi berbicara sebagai
laki-laki, di mana tujuan akhir kami terbaring? Jika kau meminta
pendapat semua laki-laki di seluruh dunia, mungkin kau akan melihat tujuan yang
sebenarnya dari kehidupan seorang laki-laki yang muncul. Dengan kata lain,
saling terikat dengan orang yang dicintai, meninggalkan keturunan dan
mengantarkan mereka ke generasi berikutnya.
Kesimpulan itu harus dibuat.
Dalam beberapa tahun terakhir, meskipun sudah dipenuhi oleh berbagai hiburan.
Mulai dari taman hiburan dan film kemudian ke game sosial dan game virtual.
Hiburan dimaksudkan untuk memungkinkan seseorang bisa bersenang-senang setelah
berkembang dengan cepat.
tapi melihat dari sejarah panjang umat manusia, ini masih sangat dangkal. Kemakmuran keturunan seseorang adalah tindakan yang hampir semua makhluk hidup sudah lakukan sejak zaman kuno. Namun, bagi anak laki-laki yang baru saja masuk SMA, mereka tidak bisa mencari sesuatu seperti kemakmuran untuk anak-anak mereka. Mereka hanya bertujuan untuk kesenangan dan kepuasan seksual yang ada di depan mereka.
"... sekarang, aku akan melakukan pertemuan strategis tentang Operasi Delta".
tapi melihat dari sejarah panjang umat manusia, ini masih sangat dangkal. Kemakmuran keturunan seseorang adalah tindakan yang hampir semua makhluk hidup sudah lakukan sejak zaman kuno. Namun, bagi anak laki-laki yang baru saja masuk SMA, mereka tidak bisa mencari sesuatu seperti kemakmuran untuk anak-anak mereka. Mereka hanya bertujuan untuk kesenangan dan kepuasan seksual yang ada di depan mereka.
"... sekarang, aku akan melakukan pertemuan strategis tentang Operasi Delta".
Di bawah serangan panas yang
membara, Ike Kelas D duduk dengan posisi seiza yang tidak cocok dan membuat
kepalan tangan di atas lututnya. Sambil mengusap keringat seperti bola yang
terbentuk di jidat dengan kepalannya, dahi itu mengkilat dan lengket.
"Kali ini, Aku berpikir
untuk mempertaruhkan semua masa mudaku kepada musim panas di operasi delta ini.
Haruki, bagaimana denganmu?"
"Aku juga merasakan hal yang
sama, Kanji. Jika operasi ini berhasil, aku bahkan tidak keberatan jika
sekarat!"
Bahkan memutuskan untuk membuang
nyawa seseorang tanpa ragu, Sudou yang sudah memperhatikan sampai sekarang menyetujuinya.
"Sejujurnya, aku menentang
ini. Aku akan memutuskan untuk bergabung setelah aku mendengarmu"
Meskipun ketiga individu ini berbeda
dalam cara berpikir mereka, tujuan yang mereka cari masih sama. Sepertinya
mereka optimis dalam berpikir. Mungkin itu karena kami semua sedang berkeringat.
Aku bisa merasakan suhu di ruangan menjadi lebih panas dan lembab.
"Jadi Ayanokouji ..... tentu
saja kau juga ikut, kan?”
"Sebelum itu, apa tidak
masalah kalau aku menyalakan AC?"
Tidak ada hal baik yang akan
terjadi jika ruangan ini semakin berbau keringat.
"....... aku setuju, panas
sekali"
Jika itu yang terjadi, aku ingin
menyalakan AC sejak awal. Hanya saja tidak nyaman untukku yang menawari ruangan
ini sejak awal.
"Selalu saja, sepanjang
waktu, kenapa selalu kamarku?"
"Bukankah aku sudah memberi
tahumu sebelumnya? karena kamarmu adalah kamar yang paling rapi. Kamar lain
punya tisu dan rambut keriting yang berserakan dan semuanya sangat kotor. Di
tempat Yamauchi bahkan tidak ada cukup ruang untuk menginjakkan kaki"
T/N: Tisu? Rambut keriting? Hmm (
͡° ͜ʖ ͡°) mungkin mereka waxing bulu kaki :)
"Kamar Sudou juga sama, kan?
Pakaian dan dalaman, semuanya bertebaran"
Aku tidak peduli kamar siapa yang
paling berantakan, jika memang seperti itu, aku ingin mereka membersihkannya.
"Tidak peduli sudah berapa lama,
ruangan ini tidak memiliki aura kehidupan. Sejak pendaftaran, tidak ada yang
berubah. Poin akan diberikan, jadi bagaimana kalau membeli sesuatu?"
"Kalau begitu karpetnya, kamu
tahu, karpetnya. Pantatku sakit"
Sudou sekali lagi mengatakan
sesuatu yang mirip dengan apa yang dia katakan di masa lalu saat ia menyentuh
lantai.
"Itu karena aku tidak mampu
menghabiskan banyak poin yang berharga"
Seperti yang aku bilang kepadanya,
karena suatu alasan, Sudou dengan gigih menentangku.
"Di ujian pulau tidak
berpenghuni, kita mendapatkan poin-poin itu berkat Suzune. Sangat tidak cocok
untuk orang yang tidak berguna sepertimu saat kau menabung poin-poin itu"
kata Sudou padaku.
"Tentu saja, tentu saja,
faktanya, jika Horikita ada di sini bersama kita, bukankah hanya masalah waktu
sebelum kita naik ke Kelas C?"
Dari situasi putus asa di bulan
Mei, kami sudah memutar balikan situasi dan menggagalkan poin kelas atas dengan
lonjakan yang kuat.
"Ayolah, pikirkan sesuatu
yang sulit saat semester kedua dimulai. Saat ini, ini adalah Operasi
Delta"
"Apa kalian serius?"
“Aku sangat serius, maksudku, masa
muda kita terbaring di sana, bukan? Atau apa kau keberatan dengan Operasi Delta
yang merupakan tujuan tertinggi kita?!"
Saat ini, trio idiot berkumpul di
kamarku dan dengan napsu mendiskusikan Operasi Delta. Penyebabnya adalah rencana
tertentu yang sudah dibahas di chat saat malam sebelumnya.
"Kau bebas menyebutkan
rencana apa pun yang kau inginkan seperti Operasi Delta, tapi pada dasarnya itu
hanyalah intipan, kan?"
Itu benar. Rencana ini disebut sebagai
Operasi Delta, memang memiliki nama yang terhormat, tapi isinya tentang
pengintipan. Itu adalah hal yang sia-sia, lahir dari nafsu laki-laki yang ingin
melihat para gadis itu telanjang.
Tapi tak ada orang lain selain
Ike yang tahu detailnya.
"Mengintip tubuh telanjang
seorang perempuan.... apa yang salah dengan itu? Itu adalah masa muda!"
Ini bukan tentang salah atau
tidaknya, itu merupakan kejahatan, sangat mengerikan. Namun, laki-laki ini dengan
berani menjadi seorang pemberontak. Menggunakan kata masa muda. Jika dia
ketahuan mengintip, tidak akan aneh bahkan jika dia dilaporkan sebagai imnisial
A.
"Apa yang akan kau rencanakan
jika semua perempuan itu mengetahuinya? Tidak hanya berakhir dengan kemarahan,
kau tahu"
Rencara pengintipan masih belum ketahuan, tapi tidak diragukan lagi
bahwa itu akan membawa risiko. Aku mencoba melakukan apa yang aku bisa untuk
mencegah mereka. Sepertinya Sudou juga berhasil memahaminya saat dia menekan
pertanyaan yang sama kepada Ike dan Yamauchi yang berusaha melanjutkan ini
dengan ceroboh.
"Seperti kata Ayanokouji,
ini berbahaya. Ini berbeda dengan ganti pakaian olahraga saat SD atau suka
mengintip kamar mandi di penginapan tua saat wisata SMP"
"Jangan khawatir. Ide ini
sama sekali tidak meragukan. Ike Kanji-sama juga disebut sebagai
superkomputer"
Saat dia berdiri, Ike dengan penuh
kemenangan menjelaskan dasar di balik kepercayaan dirinya.
"Dimana dan bagaimana kita
akan mengintip, kalian penasaran dengan hal itu? Tidak apa, aku sudah
memikirkannya dengan baik. Karena itulah, tenang dan tolong dengarkan apa yang
akan aku katakan. Pertama dan yang terutama, Dengan berhati-hati memilih target
kita, meski itu adalah satu-satunya kesempatan kita, akan sia-sia jika kita lengah dan akhirnya mengintip seseorang yang jelek. Tentu saja, kita akan
memilih dari antara gadis-gadis Kelas D. Melihat tubuh telanjang seorang gadis
imut yang biasanya dekat denganmu, jadi kau bisa merasakan gairah yang maksimal
"
"Tentu saja, aku juga setuju, tapi kita belum mengibarkannya. Mufufu bendera, kau tahu?"
"Jika kita tidak memilikinya,
kita bisa membuatnya sendiri. Bendera adalah sesuatu yang harus kita kibarkan
untuk diri kita sendiri"
Dengan menggunakan jari
telunjuknya untuk mengoperasikan ponsel, Ike kemudian menunjukan layar ke arah
kami.
"Apa kalian melupakan
sesuatu? Sejak kemarin, pertemuan untuk acara besar yang disebut sebagai perayaan kolam
renang sudah diadakan!"
"O, ohh? Kalau memang
seperti itu, kita bisa mengintip! ..... ya kan? Aku belum pernah ke sana
sebelumnya, kolam renang di tempat ini"
Saat aku melihat ke arah tulisan di ponsel, aku memang bisa melihat masalah mengenai perayaan kolam renang yang
tertulis di sana.
Hanya untuk tiga hari terakhir
liburan musim panas, fasilitas renang khusus yang digunakan oleh klub renang
bisa digunakan. Sepertinya untuk 3 hari, dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore
kolam akan dibuka. Tentu saja kalau di tempat itu, laki-laki dan perempuan sama,
jika mereka berenang, semua orang pasti telanjang setidaknya sekali tapi .....
"Aku bisa mengerti kenapa
kau mengajak mereka ke kolam renang untuk mengintipnya, tapi aku rasa itu masih
belum cukup untuk mengintip" kataku
Aku mengatakan pendapatku terus
terang. Aku belum pernah memasuki fasilitas kolam renang khusus sebelumnya,
tapi kamera pengintai pasti dipasang sebagai fakta nyata di sana.
Wajar saja, kamera pengintai
tidak akan dipasang di dalam ruang ganti itu sendiri, tapi tidak mengherankan jika dipasang di koridor di luar ruang ganti.
Jika laki-laki yang mencurigakan
mendekati ruang ganti anak perempuan, akan segera ketahuan sebagai tindak pelecehan. Ike yang
lengannya disilangkan, memiliki ekspresi tersusun yang tidak goyah. Di sisi
lain, di sebelahnya, Yamauchi terlihat cemas.
“Inilah yang membuatku sedih. Apa
kalian akan membawaku untuk sebuah kebodohan yang bahkan tidak pernah
memikirkan hal ini sebelumnya? Bagiku, biar aku beri tau, aku sudah membuat persiapan awal dari beberapa hari yang lalu sampai hari ini tiba.” kata Ike
Menanggapi pertanyaanku yang
mengkritiknya, Ike tetap tidak goyah. Daripada merasa terganggu,
sepertinya dia terlihat tenang.
"Persiapan awal? Beritahu aku cara pengintipan yang sangat penting ini."
Tidak bisa lagi bertahan, Ike
yang sedang di potong oleh Yamauchi dan menanyainya.
"Kau sudah menginginkan
spoiler? Baiklah, lihat ini"
Sepertinya Ike sudah melakukan
penyelidikan terlebih dahulu karena dia membawa sketsa kasar dari fasilitas
yang sudah dia cetak dan sebagai tanggapan atas keaslian itu, mereka berdua
mengendus dengan heran.
"Kau bahkan sudah menyiapkan
sesuatu seperti ini!"
Aku juga terkejut. Hal yang
paling menakjubkan dari semuanya adalah kenyataan bahwa sketsa kasar juga
memiliki semua rincian bagus tentang hal itu. Tapi ada sesuatu yang aneh.
Tulisan tangan yang ditulis di sana sepertinya berbeda dari tulisan Ike
sendiri.
"Silahkan lihat, fasilitas
renang khusus ini memiliki kolam renang yang dua kali lebih besar seperti kolam
renang yang biasanya kita gunakan untuk kelas kita. Hanya klub yang bisa masuk,
dan seperti yang kalian pikirkan, kamera pengintai tertulis di sini"
Fasilitas besar yang memiliki
enam ruang ganti ditulis di dalamnya untuk gabungan laki-laki dan perempuan.
Mungkin itu juga digunakan untuk
turnamen atau sejenisnya. Laki-laki dan perempuan punya kamar ganti mereka di
ujung lorong yang berbeda dan di kedua koridor, fakta bahwa kamera pengintai
dipasang sudah ditulis dan ditandai pada sketsa kasar.
"Sesuatu seperti ini, kita
pasti tidak akan bisa mengintip"
Karena bagian laki-laki dan ruang ganti perempuan dibagi ke jalur yang berbeda, bahkan jika satu langkah saja diambil, kami akan segera dicurigai. Selain itu, karena ini akan menjadi acara terakhir liburan musim panas, bisa diperkirakan bahwa akan ada sejumlah besar orang yang datang. Sangat tidak mungkin.
Karena bagian laki-laki dan ruang ganti perempuan dibagi ke jalur yang berbeda, bahkan jika satu langkah saja diambil, kami akan segera dicurigai. Selain itu, karena ini akan menjadi acara terakhir liburan musim panas, bisa diperkirakan bahwa akan ada sejumlah besar orang yang datang. Sangat tidak mungkin.
"Tentu saja aku tidak
berpikir jika kita bisa berjalan ke ruang ganti dan mengintip. Sesuatu
yang penting adalah garis ini di sini. Ini adalah rute ventilasi yang
membentang di sepanjang lantai. Sebenarnya, ventilasi ini benar-benar
menghubungkan ruang ganti laki-laki dan ruang ganti perempuan. Bahkan lebih
dari itu, ruang ganti terbagi dari tahun pertama sampai tahun ketiga dan ruang
ganti yang disediakan terjadi pada tahun-tahun sekolah yang sama, ini adalah
keajaiban! "
Sederhananya, ini berarti bahwa
rute ventilasi ruang ganti yang digunakan anak laki-laki tahun pertama terhubung
ke ruang ganti yang digunakan oleh gadis tahun pertama di sisi yang berlawanandan rencana Ike adalah mengikuti jalan itu dan mengintip. Tapi aku juga bisa
mengerti perasaan ingin merayakannya seperti itu adalah sebuah keajaiban.
Ruang ganti, untuk semua ukuran mereka, masing-masing tidak seukuran itu dan tidak ada hambatan dengan kemudahannya juga. Jika berjalan sesuai dengan rencana, dari rute ventilasi,
melihat sosok anak perempuan yang berganti pakaian juga akan dikonfirmasi.
Tapi, saat ini, apa masih ada
yang ragu mengingat seseorang tidak bisa masuk dengan mudah? aku bertanya-tanya.
"Lubang ini punya panjang 15
sentimeter dan lebarnya 40 sentimeter"
"Tidak peduli bagaimana kau
melihatnya, itu bukan ukuran manusia yang bisa melewatinya"
Selain itu, bahkan jika seseorang
hampir tidak bisa melewatinya dan itu adalah ukuran di mana seseorang bisa
merangkak melewatinya, mungkin saja atau mungkin tidak bekerja sebaik movie. Jika kau tidak bisa lagi bergerak bebas di dalam sana, dampak terburuknya,
kau mungkin terjebak dan tidak bisa keluar lagi.
"Kukuku, aku juga sudah
memperhitungkannya, kita punya ini!"
Dari tas yang dibawa bersamanya, ia dengan bangga mengeluarkan sebuah mobil kecil. Di atasnya ada sesuatu
seperti antena yang mencuat.
"Radio kontrol, ya....!"
Radio kontrol, dengan kata lain
mobil yang dikontrol. Ini adalah mainan yang bisa bergerak dengan mudah
menggunakan remot kontrol. Selanjutnya, pada unit utama yang dikontrol, kamera
juga terpasang. Sepertinya dihubungkan dengan kamera kecil yang dilengkapi di Remot
kontrol. Memasukkan baterai, saat Ike mengoperasikannya, itu tercermin di
monitor.
Resolusinya tidak tinggi, tapi sudah lebih dari cukup untuk mengawasi sekitarnya. Sama seperti yang dia katakan, persiapannya benar-benar matang.
"Jika dengan ini, seharusnya ukurannya sesuai dengan lubang vertilasi. Setelah itu, kita hanya perlu menggunakan kamera yang terpasang di mobil yang dikontrol dan bergerak melalui ventilasi saat memeriksanya. Terlebih lagi, kau bahkan bisa menyimpan gambar. Di dalam kartu mini unit mobil utama yang dikontrol radio! "
Resolusinya tidak tinggi, tapi sudah lebih dari cukup untuk mengawasi sekitarnya. Sama seperti yang dia katakan, persiapannya benar-benar matang.
"Jika dengan ini, seharusnya ukurannya sesuai dengan lubang vertilasi. Setelah itu, kita hanya perlu menggunakan kamera yang terpasang di mobil yang dikontrol dan bergerak melalui ventilasi saat memeriksanya. Terlebih lagi, kau bahkan bisa menyimpan gambar. Di dalam kartu mini unit mobil utama yang dikontrol radio! "
Rencana yang Ike pikirkan
memiliki kegelapan yang dalam dan penuh dengan nafsu ....... Aku bertanya-tanya,
Pikiran laki-laki ini sangat mengerikan.
Ini sungguh merupakan tindakan
kriminal. Terima kasih. Jika dengan ini, bahkan Yamauchi pun akan keberatan
untuk-
"Oh, ini luar biasa! Jika
dengan ini, sempurna! benarkan, Ken !?"
Jadi apa dia akan setujui ........ dan dengan hati yang sangat ringan, yang bisa dia lakukan hanyalah menyela.
Jadi apa dia akan setujui ........ dan dengan hati yang sangat ringan, yang bisa dia lakukan hanyalah menyela.
"Kurasa begitu .... bukankah
itu terasa seperti sesuatu drama yang terang-terangan?"
"Bagaimana dengan ini --- !?
Ini sempurna bukan !?"
Tentu saja, jika dengan ini, ada
kemungkinan berhasil sampai ke tujuan tanpa ketahuan, tapi ...... meski begitu,
persiapannya sangat detail. Oleh karena itu aku membuat satu hipotesis.
"Jangan-jangan, pengintipan
ini, Profesor juga ikut ambil bagian di dalamnya?"
T/N: Profesor, sepertinya pernah
disebutkan di volume 2 waktu Sakura, Kushida dan Ayano memperbaiki kamera, tapi
entahlah.
Aku hampir tidak percaya jika itu
adalah rencana yang dipikirkan Ike sendirian. Sebuah mobil yang dikontrol radio
juga bukan sesuatu dengan harga yang mudah dibeli.
"B-bagaimana kau tau
!?"
Bagaimana atau apapun itu, dari
rencana yang detail terhadap keberadaan mobil yang dikendalikan oleh remot
radio, tidak ada yang seperti Ike. Selain itu, lokasi kamera pengintai dan
jalur ventilasi, misalnya, memerlukan seseorang yang berpengetahuan untuk menselidiki dan mencari tahu.
"Sialan, kalau sudah
ketahuan, jadi mau bagaimana lagi. Itu benar. Aku memintanya kepada Profesor.
Sialan, setelah semua masalah yang aku hadapi untuk membuatmu berpikir bahwa
akulah yang merencanakan semuanya"
"Jadi? Bagaimana detail
rencana untuk hari yang sudah ditentukan itu?"
Seperti yang aku pikirkan, sepertinya dia sudah meminjam pengetahuan Profesor. Seperti yang sudah aku tandai,
Ike mulai menjelaskannya.
"Pertama-tama, kita akan
mengajak anak perempuan yang ingin kita kuasai ke kolam renang besok dan
kemudian, kita semua akan secara bersamaan memasuki ruang ganti, kan? Begitu
kita masuk, kita akan segera bergegas ke ventilasi jauh di belakang. Jika ada
seseorang yang menggunakannya. maka Sudou, kau akan mengancamnya jika perlu dan
membuat mereka pindah. Dan tepat setelah itu, kita akan mengeluarkan handuk
seolah sedang ganti baju dan membentuk dinding manusia di sekitar lubang
vertilasi, jadi tidak ada yang bisa melihat. Kemudian, aku akan cepat-cepat dan melepaskan penutup ventilasi
dan memasukkan mobil yang dikontrol remot radio. Aku akan mengoperasikannya
jadi supaya tidak ada yang melihaku, tolong kalian sembunyikan aku. Setelah
itu, kita akan mengoperasikan mobil yang dikendalikan remot radio dan berhenti
tepat di depan ruang ganti anak perempuan dan mulai merekam. Setelah kita
memutuskan bahwa mereka sudah selesai ganti baju, kita akan mengeluarkannya kembali”
Alurnya kurang lebih sederhana
dan karena itu mudah dimengerti. Tapi ada beberapa yang dengan sembarangan memberitahu
tempat-tempat yang tidak bisa aku musnahkan.
"Aku akan mengancam yang
menghalangi kita dan menyingkirkan mereka dari jalan kita atau memastikan tidak
ada yang mendekat kita, benarkan?"
Bisa dikatakan itu peran yang cocok untuk Sudou. Karena mereka mengenalnya sebagai seseorang yang agresif,
murid lain juga tidak akan sembarangan mendekat.
"Kau mengerti? Kejeniusan dari
Operasi Delta ini"
"T-Tapi kau tahu, Kanji, ini
adalah kejahatan ..... bagaimana aku mangatakannya, seperti beban dosa yang
lebih berat dari pada mengintip ......."
"Ini memang kejahatan, tapi
sebenarnya jika kalian menengok ke belakang, masa lalumu seharusnya melakukan
kejahatan yang serupa, kau tahu?"
"Ahh? Apa maksudmu? Aku tidak
pernah melakukan kejahatan?"
"Kalau begitu, aku akan
menanyakan hal ini kepadamu, Ken. Jika kau menggunakan kekerasan untuk
menyakiti seseorang, itu merupakan sebuah kejahatan, bukan? Jika orang dewasa
meninju seseorang, itu akan menjadi berita di televisi, bukan? kau menggunakan
kekerasan"
"Itu ..... Bukankah
berkelahi dan kekerasan itu berbeda?"
"Sayangnya, aku tidak pernah
menggunakan kekerasan"
"Kalau begitu Haruki, saat
SD, bukankah kau menjilat seruling perempuan yang kau suka atau mengendus pakaian
olahraganya? Kau sama sekali tidak melakukan hal yang seperti itu?"
"Uuuuu ....."
Aku tidak tahu apa itu tepat
sasaran atau tidak, tapi Yamauchi sepertinya mengingat sesuatu yang seperti itu.
"Jika orang dewasa melakukan
hal yang sama? Itu adalah kejahatan!"
"I-itu benar"
"Dengan kata lain, mengintip
dan merekamnya, selama kau masih di bawah umur, itu akan dimaafkan. Jika kita
tidak melakukannya sekarang kapan kita akan melakukannya!"
Antusiasme itu, tanpa diragukan
lagi, mengejutkan hati Yamauchi dan Sudou. Sepertinya dia memiliki tekad yang
cukup untuk membuat mereka berdua, yang merasa bersalah atas tindakan kriminal,
mengeraskan tekad mereka juga.
"Apa kau akan melakukannya,
Haruki? Apapun yang terjadi, apapun"
"K-kau benar, baiklah, aku
bergabung ke dalam rencana Ike".
"Apa kalian baik-baik saja
dengan itu? Ini adalah kejahatan"
Tidak peduli seberapa banyak kau
mengatasinya, sebuah kejahatan tetaplah kejahatan.
"Sudah aku bilang,
Ayanokouji, menjilati seruling adalah sebuah kejahatan dan mengintip seseorang
yang berganti baju secara langsung juga merupakan kejahatan. Jika seperti itu,
maka merekam itu juga sama dengan tindak kejahatan. Tapi kau tahu, ini adalah
masa mudanya anak laki-laki yang mengintip para perempuan berganti baju. Kau tidak
akan ditangkap karena itu, paling-paling hanya ditegur, itu yang aku maksudkan!
"
"yah, bukan karena aku tidak
yakin atau apalah itu, tidak peduli seberapa canggihnya teknologi dunia, anak
laki-laki di seluruh dunia kurang lebih akan menjadi dewasa dengan pengalaman seperti
itu. Mencuri ketika SD dan mencuri
ketika SMA, dosa masih membawa berat yang sama"
Ini bukan lagi tentang melihat
gadis-gadis itu berganti, dia dengan paksa berusaha membenarkan tindakannya.
"Tanpa kenal menyerah, anggap saja ini sejalan dengan era teknologi yang cangih... mengintip dan juga merekam. Tapi
kau tahu, jika ketahuan, bahkan jika kau tidak akan ditangkap, cukup untuk membuatmu
dikeluarkan, kau tau?"
"Aku takut dikeluarkan, karena aku mengintip!"
Ohh ---! Sudou dan Yamauchi mengangkat
kedua tangan mereka.
"Yang tersisa hanyalah kau,
Ayanokouji. Kami sudah sampai sejauh ini, jelas kau akan bekerja sama,
bukan?"
"........ aku tidak bisa
menyangkal ketertarikanku"
"Itulah kenapa kerjasamamu
dibutuhkan di sana. Jika kalian bertiga menjadi tembok, kita pasti tidak akan ketahuan"
Matanya serius. Bahkan jika aku
menolaknya, sepertinya dia memutuskan untuk benar-benar akan melakukannya.
"Aku mengerti, aku akan
bekerja sama, tapi berjanjilah satu hal, Ike, rencana ini membawa risiko yang
besar, jika kita ketahuan, semuanya tidak akan berakhir begitu saja. Itu
sebabnya, apakah kita berhasil atau gagal, tolong berjanjilah. Hanya inilah
saat satu-satunya kau akan melakukan sesuatu seperti ini. Jika tidak, aku tidak
akan bekerja sama, dan tergantung pada situasinya, aku akan melaporkannya ke
sekolah "
Aku berbicara sambil
mencampurkan kata-kata yang keras dengan kata-kata yang lembut. Maka dari itu, aku
bertujuan untuk menarik persetujuan dari Ike.
Jika aku hanya berada di satu sisi, ada kemungkinan jika Ike dan yang lainnya akan diam dan melakukan tindak kejahatan. Karena itulah, sebagai syarat kerja samaku, aku menempatkan kondisi dimana ini hanyalah tindakan satu kali. Tidak salah lagi, jika kami ketahuan, Kelas D mungkin akan hancur. Itu adalah sesuatu yang semua orang di sini harus mengerti.
Jika aku hanya berada di satu sisi, ada kemungkinan jika Ike dan yang lainnya akan diam dan melakukan tindak kejahatan. Karena itulah, sebagai syarat kerja samaku, aku menempatkan kondisi dimana ini hanyalah tindakan satu kali. Tidak salah lagi, jika kami ketahuan, Kelas D mungkin akan hancur. Itu adalah sesuatu yang semua orang di sini harus mengerti.
"Biar aku beritahu bahwa aku
mengerti. Aku juga, jangan berpikir ada hal yang baik jika melakukan sesuatu
seperti ini beberapa kali"
"Kalau begitu, itu bagus, karena
aku mengerti bahwa kau akan bertaruh kepada masa muda sebagai murid sekolah untuk
menantang hal ini”
"Biarkan aku mengusulkan
sesuatu. Jika kolam dibuka jam 9, maka pergi ke sana dengan mencocokkan waktu
itu hal yang penting. Jika kita berada di sana lebih dulu, maka mengamankan
bagian terdalam di ruang ganti untuk diri kita sendiri juga merupakan masalah yang
mudah"
"Aku mengerti, ayo kita
gunakan itu! Masa muda murid laki-laki akan mengintip! Ayo lakukan ini!"
Ini adalah pembicaraan yang
berlangsung sehari sebelum di kolam renang, cerita lengkap di balik Operasi
Delta.
***
Kemudian, pada hari kami pergi ke
kolam renang, kami adalah orang pertama yang memasuki ruang ganti, mengamankan
tempat dan merentangkan handuk kami. Anak laki-laki yang terus masuk satu demi
satu mengobrol dengan berbagai emosi dan tidak memperhatikan kami.
"Cepat, Ike"
Sambil merentangkan handuknya dan
berpura-pura berganti, Sudou mendesak Ike yang sedang berjongkok di depan
lubang vertilasi. Pertama-tama Ike mengeluarkan mobil yang dikontrol oleh remot
radio dan set pengemudi yang dibungkus oleh handuk mandi, lalu melepaskan
penghalang logam yang menempel di pintu masuk lubang di bawah lantai. Kemudian
dia segera mengaktifkan mobil yang dikontrol remot radio dan mulai
mengoperasikannya.
Mesin kecil yang dilengkapi
dengan pen light. Selagi memperlihatkan jalan di monitor, maju ke depan.
"S-Sialan! Seperti yang
diharapkan, ini gelap!"
Jika hanya dengan lampu sorot
yang menerangi jalannya, lubang ventilasi terlalu gelap dan jarak pandang
monitor semakin memburuk. Tapi meski begitu, mobil yang dikontrol radio itu
maju sedikit demi sedikit menuju cahaya terang di depan yang tertutup. Bahkan jika kami
berakhir terlalu jauh, karena ada restok di tempat itu untuk menghentikan mobil,
maka tidak ada bahaya terjatuh. Tapi meski begitu, hati-hati kami menggerakkan
mobil ke depan dengan kecepatan lambat.
"Baiklah, sedikit lebih jauh
dan jarak pengelihatannya akan jelas...!"
Ruang ganti sekarang tercermin
pada monitor. Dan meskipun kualitas gambarnya jelak, sosok Horikita dan yang
lainnya dapat dilihat di monitor.
"U-Uhyou!"
Bisa dikatakan bahwa rencana Ike
(Profesor) sudah berhasil dengan cemerlang. Di monitor, sosok murid Kelas D dan
juga Ichinose, tertangkap dengan jelas. Saat ini, mobil yang dikontrol radio
akan benar merekam semuanya.
Jika seseorang melihat monitor,
seseorang bisa menyaksikan mereka mengganti pakaian mereka secara nyata.
"Ohh, tunjukkan kepadaku
juga, Kanji, aku tidak bisa melihatnya dengan baik"
"Dasar idiot, tunjukkan kepadaku
juga"
Sudou dan Yamauchi yang
sepertinya tidak puas, menekan Ike untuk menunjukkan monitor itu pada mereka
juga. Tapi jika mereka mempertahankan kondisi ini, tidak ada yang bisa menghindari kecurigaan
dari orang lain. Aku memutuskan untuk memanfaatkannya.
"Kau merekamnya, jadi
bukankah lebih baik jangan berlebihan? kalian akan menimbulkan kecurigaan"
"Kuu, kau benar. Untuk saat
ini, lebih baik ganti baju....."
Mengklik lidahnya dan terlihat
frustrasi, Yamauchi meringis.
Itu benar, bahkan tanpa mengintip menggunakan monitor, saat ini semuanya sedang direkam di kartu mini yang terpasang di mobil yang dikontrol oleh remot radio. Menolak godaan untuk menarik kembali mobil yang dikontrol remot radio, Ike bersabar.
Itu benar, bahkan tanpa mengintip menggunakan monitor, saat ini semuanya sedang direkam di kartu mini yang terpasang di mobil yang dikontrol oleh remot radio. Menolak godaan untuk menarik kembali mobil yang dikontrol remot radio, Ike bersabar.
Mendorong remot kontrol beserta
barang bawaannya ke loker, dia memusatkan perhatian pada pergantian baju.
"Aku penasaran, berapa lama
aku harusnya menunggu ......."
"Aku ingin menyimpannya di sana selama 20 menit. Paling tidak ........"
"Aku ingin menyimpannya di sana selama 20 menit. Paling tidak ........"
Perlunya menghindari akhir yang
terlalu cepat dan tidak bisa mempertahankan adegan pergantian baju yang wajar serta
membiarkan tindakan ini terlalu lama dan tidak bisa menarik mobilnya kembali.
Selain itu, jika kita menunda pergantian baju terlalu lama, itu juga bisa
menimbulkan masalah. Mungkin untuk orang-orang ini, akan menjadi yang terpanjang selama 20 menit dalam hidup mereka.
"Aku duluan"
"T-Tunggu sebentar,
Ayanokouji, apa kau mengkhianati kami!? Jika kau meminta kami untuk
menunjukkannya jika sudah selesai, kami tidak akan menunjukkannya
kepadamu!"
"Bukan seperti itu. jika
sudah 20 menit berlalu dan tidak ada anak laki-laki yang keluar, maka yang
lainnya akan curiga"
"Uuu, aku rasa itu benar juga
...... pergilah dan lakukan dengan benar, mengerti?"
"Aku tahu"
Meninggalkan 3 orang yang sedang menarik kembali mobil yang dikendalikan remot radio, aku berjalan pergi ke tempat yang lainnya menuju ke kolam renang.
Meninggalkan 3 orang yang sedang menarik kembali mobil yang dikendalikan remot radio, aku berjalan pergi ke tempat yang lainnya menuju ke kolam renang.
***
Di sisi lain, pada saat bersamaan
aku meninggalkan ruang ganti laki-laki. Di ruang ganti anak perempuan, pemandangan
ideal yang diinginkan oleh trio idiot bisa terlihat. Tidak, sebenarnya kamera
itu memang merekam suara dan gambarnya.
"Ini sedikit menyegarkan
bukan? Menggunakan kolam sekolah di luar kelas"
Saat dia meletakkan tasnya ke dalam
loker, Kushida mengatakan itu. Ichinose yang sedang berganti di sampingnya,
dengan cepat mengulurkan tangannya ke pakaiannya.
"Itu benar --- rasanya
seperti datang ke kolam renang umum untuk bermain"
"Ichinose-san, kau memiliki
proporsi tubuh yang menakjubkan ......"
Mendesah seolah dia bisa saja jatuh cinta, Kushida mengatakan itu. Sepertinya sedikit malu, Ichinose menatap sosok Kushida dan mengatakan hal yang sama dengan meyakinkan.
Mendesah seolah dia bisa saja jatuh cinta, Kushida mengatakan itu. Sepertinya sedikit malu, Ichinose menatap sosok Kushida dan mengatakan hal yang sama dengan meyakinkan.
"Kushida-san juga, tubuhmu
sangat ideal, kurasa kau tidak akan kalah dari seseorang seperti aku"
Sebenarnya, dengan ukuran
payudara, Ichinose lebih besar, tapi membandingkannya juga tidak kalah. Di sisi
lain, Sakura, yang memiliki ukuran payudara yang sama seperti Ichinose, meski
tidak lebih besar dari dia, sedikit mengambil jarak dari keduanya dan mulai
berganti.
Bahkan di antara mereka yang
memiliki jenis kelamin yang sama, rasa malu cukup kuat. Selain itu, berpikir
bahwa dia akan pergi ke kolam renang setelah ini, mau bagaimana lagi meski
tubuhnya menjadi berat. Tidak seperti di kelas, satu-satunya penyelamat adalah dia
bisa mengenakan rash guard yang
benar-benar akan menyembunyikan tubuh bagian atasnya. Bagi tipe pemalu seperti
Sakura, barang itu benar-benar seperti penyelamat.
"Ichinose-san, bisakah kau
tidak menatapku?"
Dengan menerima tatapan penuh
gairah seperti itu dari Ichinose, Horikita merasa jijik. Mesih terus beraganti,
dia mengambil jarak.
"Tidak, maaf maaf, bagaimana
aku mengatakannya, aku hanya berpikir bahwa kulit Horikita-san sangat cantik
dan mulus dan akhirnya aku menatapmu. Seperti perempuan lainnya, aku
benar-benar akan memperhatikan seorang gadis yang imut. Kikyo-chan berpikir
begitu juga, kan?"
"Benar, Horikita-san sangat
imut....."
"..........."
"..........."
Horikita berganti sambil mendesah
kepada satu kata Kushida.
"Tapi tetap saja, kau datang
bersama kami hari ini. Aku pikir kau tidak akan menunjukkan wajahmu di acara
seperti ini"
"Memang benar aku tidak di
sini karena aku menyukainya. Tapi terkadang, terlepas dari kemauan sendiri, ada
kalanya aku harus menerimanya"
"Hmm, jadi? Kau cukup banyak
mengatakan hal yang membingungkan, Horikita-san"
Tentu saja, dia tidak bisa
menyebutkan rinciannya kepada orang lain. Karena fakta bahwa lengannya terjebak
di dalam botol air dan dia tidak bisa mengeluarkannya adalah sebuah aib yang
akan dia bawa hingga ke liang kuburannya. Kenyataan bahwa Ayanokouji mengetahui
hal ini adalah hal yang sangat disesalinya. Kenapa dia panik saat itu dan
akhirnya menelepon Ayanokouji, dia sedang memikirkan hal itu.
"Kenapa kau tidak berganti tanpa
berbicara denganku?"
Setelah ditangani dengan ringan
oleh Horikita seperti itu, Ichinose menatap sasaran berikutnya. Itu adalah
keberadaan Sakura yang sedang berganti diam-diam di belakang. Bagi Ichinose
yang menghargai gagasan "Semua untuk Satu dan Satu untuk Semua",
perasaannya ingin berteman dengan semua orang sama kuatnya.
Dia berpikir untuk berteman
bahkan dengan Sakura yang keberadaannya jelas melayangkan sendiri. Meskipun
Ichinose tidak mengetahui keadaan internal Kelas D, dia mengerti bahwa Sakura
adalah seorang pelajar yang harus diperlakukan dengan baik.
Karena terlibat secara mendalam
dengannya itu tidak mungkin, tapi dia juga tidak bisa sepenuhnya mengabaikan
Sakura.
Baik Kushida maupun
Horikita, takut akan melakukan sesuatu tanpa berpikir, tidak berbicara dengan
Sakura.
Pada pandangan pertama, dia
terlihat seperti tipe yang penyendiri dan dewasa. Tapi menurut analisis
Ichinose, Sakura adalah tipe pemalu tapi terhadap orang-orang yang dia nyamani,
ada perasaan bahwa dia akan membuka hatinya terhadap mereka dan berbicara
dengan mereka juga. Jadi dia kemudian berpikir apakah memang begitu? seharusnya
ada kemungkinan bahwa dia bisa menjadi
teman baginya juga.
"Sudah lama aku tidak bertemu
Sakura-san seperti ini, kan? Sepertinya karena kita berdua dari kelas yang
berbeda, kita tidak bisa sering bertemu..."
"I-Itu benar ........"
"Honami-chan kenal Sakura-san?
itu sedikit mengejutkan"
Meragukan hubungan keduanya,
Kushida bertanya,
"Kita saling mengenal sejak
lama, kan?"
"Y-ya ......."
terasa
lebih canggung dari yang diperkirakan, kata Sakura sambil menghindari
kontak mata. Terhadap sikap malu itu, Ichinose bertanya, membawa jawaban
itu.
"Tapi meski begitu
....."
Sampai batas dimana tidak bisa
dianggap kasar, Ichinose menatap tubuh Sakura.
Figur imut dan ramping tapi
merupakan badan yang empuk, dan lebih dari itu, payudara besar miliknya itu seperti
milik seorang idol yang muncul di sebuah halaman.
Dia akhirnya melihat tubuh itu
dengan tatapan yang mirip dengan gambaran anak laki-laki. Sakura, tipe perempuan
yang ingin dilindungi, merasa seperti dia bisa menjadi gadis paling populer sepanjang
tahun ajaran jika saja dia menjadi sedikit lebih ceria.
"Omong-omong, Honami-chan,
hari ini Kanzaki-kun juga ada di sini, tapi tentang hal itu, bisakah kau
memberitauku sedikit lagi?"
"Bagaimana dengan
Kanzaki-kun?”
Ichinose yang mengukur jarak dari
Sakura, menerima pembicaraan seperti itu dari Kushida dan mengalihkan pandangannya.
Setelah menilai bahwa ini bisa menjadi kesempatannya melarikan diri, Sakura
sedikit mengambil jarak dari Ichinose.
"Ada seorang perempuan di
kelas kami yang tertarik kepada Kanzaki-kun, kau tahu, aku ingin bertanya
bagaimana menurutmu mengenai topik itu"
"Wow, Kanzaki-kun sangat
populer, ada juga perempuan di kelas kami yang sepertinya menyukai dia. Ahh,
tapi tidak ada seorang pun dari kita yang seperti itu,
kan? "
"Aku mengerti, kalau begitu
aku akan menyuruhnya mempertimbangkan untuk mengajaknya"
"Benar, benar, Kanzaki-kun
mungkin juga senang dengan hal itu. Mungkin, sepertinya"
"Mungkin, ya"
Kepada jawaban yang longgar itu,
Kushida tertawa.
"Dia cukup pendiam, atau
bagaimana aku mengatakannya, dia adalah orang yang sedikit berbicara. Itu
sendiri tidak masalah, tapi dia kurang mempunyai penegasan dan aku tidak mengerti
dia dengan baik, kau tahu"
Itu adalah penilaian jujurnya
sebagai teman sekelasnya.
"Itu benar, aku pikir, sepertinya
dia sulit dimengerti"
Saat mereka mulai berbicara
dengan penuh semangat, lingkungan sekitar mereka sudah menjangkau baju renang
yang seharusnya saat mereka berganti.
"Woah, kita harus
berganti"
Ichinose dengan cepat melepaskan
bajunya karena terlambat. Itu adalah gerakan tangkas yang mengingatkan kepada
pergantian anak laki-laki. Payudaranya bergoyang. Bahkan Horikita, yang berusaha
tidak menunjukkan ketertarikan, membiarkan tatapannya dicuri untuk sesaat.
Proporsi yang luar biasa dengan
kekuatan penghancur seperti itu, selama dia memilikinya, dia bisa memukul KO
sebagian besar anak laki-laki.
Baru-baru ini makanan kami beralih
ke makanan yang lebih barat, tapi meskipun begitu, masih sulit membayangkan
bahwa itu adalah tubuh dari seseorang yang juga merupakan anak sekolah kelas
satu.
"..... kau, payudara itu,
sejak kapan?"
"Fue? Kapan, maksudmu saat
mereka menjadi besar? Aku pikir sekitar tahun ke 3 aku di SMP, mereka terus
tumbuh, kau tahu. Kenapa kau bertanya?"
"Tidak, aku mengerti sekarang, alasan kenapa kau merasa
terbebani"
Bagaimanapun, ini sama sekali
tidak mutlak, ada waktu dimana anak perempuan tidak mampu mengatasi pergantian
baju mereka sendiri. Terkadang, perkembangan payudara seseorang adalah sesuatu
yang mungkin tidak bisa diprediksi.
Mau bagaimana lagi jika pertumbuhan
pesat terjadi di bawah satu tahun. Dia menjawab seperti itu. Horikita melirik
ke samping kepada Kushida sekali saja, tapi tidak ada respons terhadap
kata-kata itu.
Tentu saja, bukan berarti Kushida memikirkannya. Ini hanyalah kalimat Kushida secara sederhana, secara
langsung. kali ini bukan ke arah Horikita tetapi untuk kedatangan yang baru.
"Hmm, Karuizawa-san?
Halo..., Kalian berdua juga datang ke sini untuk bermain?"
Kushida yang selalu peka terhadap
keadaan sekelilingnya, berbalik menghadap Karuizawa dan dua gadis lain yang
masuk ke ruang ganti.
"Kebetulan sekali. Kami juga
datang ke sini untuk berenang"
"Heh ....."
Kushida tidak bisa menyembunyikan
keterkejutannya. Itu karena biasanya di kelas, Karuizawa tidak akan pernah
berenang. Karuizawa dan yang lainnya menuju ke loker di ujung. Merasa khawatir
ke arah itu, Kushida tetap melanjutkan berganti.
"Uwa..... mereka benar-benar
melakukannya. Mereka sangat licik, mereka semua ....."
Dia menemukan mobil yang
dikontrol remot radio yang berhenti setelah terjerat dalam penghalang logam di pintu
masuk ventilasi di bawah lantai
Lensa berkilau itu merekam ruang
ganti anak perempuan dari sudut yang luar biasa. Umumnya, penghalang logam bisa
dilepas oleh hampir semua orang, tapi untuk melepaskannya dibutuhkan sedikit
usaha dan waktu. Karena dipasang di semua arah dengan obeng Phillips, seseorang
harus menghilangkan bahan-bahan awal itu terlebih dahulu. Tapi Karuizawa menyentuh
penghalang logam dan dengan mudah melepaskannya.
Itu bukan karena dia punya
kekuatan super, bukan juga karena dia unggul dalam keterampilan menggunakan obengnya. Karena kemarin, seseorang sudah menginjakkan kaki di ruang ganti dan
menghilangkan sekrup. Itu karena penghalang logam, bahkan tanpa sekrup, dengan
mudah bisa dimasukkan kembali ke tempat. Karuizawa mengambil mobil dengan
tangannya, dan mengangkatnya.
Lampu di samping monitor yang menyala
terang berwarna merah. Bisa dilihat bahwa itu sedang berada di tengah-tengah rekaman.
Kemudian, menggunakan
teknik yang diajarkan kepadanya oleh Ayanokouji, ia membuka kartu mini dari
mobil.
Pada saat itu, rekaman berhenti
berfungsi dan jika proses merekam tidak berfungsi lagi, lampu rekaman
tidak akan bekerja.
Kemudian memasukkan kartu baru
mini dengan tidak ada data di dalamnya, ia kembalikan ke lubang ventilasi.
"Dan seperti ini"
Setelah itu, dengan hanya membiarkan
waktu berlalu, mobil akan kembali.
"....... dia satu-satunya,
seseorang yang layak....."
Sambil merasakan jengkel tentang
kelicikan dari laki-laki, ia berpikir tentang satu-satunya yang bertindak untuk
menghentikan hal ini terjadi, Ayanokouji.
Jika Ayanokouji sudah terlibat
dalam mengintip ini, atau pura-pura tidak melihat apa-apa, baik teman sekelas
dan pihak luar, bahkan tanpa ketahuan, akan memiliki tubuh telanjang mereka yang
terlihat. Dan di atas itu, akan tetap menjadi sebuah data selamanya.
"Kei-chan, apa itu baik-baik saja
sekarang?"
Mengatakan itu dari belakang
Karuizawa adalah dia, teman sekelas bernama Sonoda. Dan kemudian, Ishikura juga melihat
Karuizawa dengan ekspresi gelisah.
"Ahh ya, terima kasih.
Semuanya baik-baik saja sekarang"
Di dalam ruang ganti di mana
gadis-gadis tahun pertama semuanya bercampur aduk bersama-sama, jika dia
sendirian melihat ke bawah di pintu masuk ventilasi, itu akan menjadi kecurigaan
yang terang-terangan. Sama seperti bagaimana Ike dan yang lainnya membentuk
sebuah benteng penghalang, Karuizawa juga mengunakan teman-teman dekat untuk memblokir
bidang pangelihatan.
Tentu saja, Sejak semua
loker di dekat pintu masuk ventilasi semuanya sudah ditandai sebagai 'di gunakan', sebelumnya, tidak lupa dia menggunakan tombol agar mengunci mereka semua supaya mereka tidak bisa digunakan.
Menggunakan mata orang lain, Karuizawa tanpa mengacuhkan detak jantung sendiri, dengan tenang mengembalikan masing-masing kunci itu. Dia tidak menjelaskan rinciannya kepada teman dekatnya Sonoda dan Ishikura.
Menggunakan mata orang lain, Karuizawa tanpa mengacuhkan detak jantung sendiri, dengan tenang mengembalikan masing-masing kunci itu. Dia tidak menjelaskan rinciannya kepada teman dekatnya Sonoda dan Ishikura.
Orang-orang yang bahkan
tanpa penjelasan, akan patuh mengikuti instruksi dan dapat dilakukan dengan
kepercayaan diri untuk tidak menyebarkan hal tersebut..... orang-orang yang tidak berarti
memiliki berkemauan keras, selain takut akan pengucilan. Murid tersebut dipilih.
Setelah selesai berganti dan setelah memastikan bahwa semua kenalannya dari Kelas D sudah tidak lagi ada, Karuizawa membicarakan kata-kata terima kasih kepada mereka berdua.
Setelah selesai berganti dan setelah memastikan bahwa semua kenalannya dari Kelas D sudah tidak lagi ada, Karuizawa membicarakan kata-kata terima kasih kepada mereka berdua.
"Terima kasih sudah bekerja
sama denganku hari ini. Aku punya beberapa keperluan untuk diurus sesudahnya,
tapi kalian berdua akan tetap bermain di sini?".
"Ahh, ya. Kami sedang berpikir
untuk melakukan hal itu, kan?"
Keduanya mengangguk kepada satu
sama lain. Dengan hal itu, Karuizawa juga terlihat tidak punya niat untuk mengatakan sesuatu.
***
Setelah kembali dari kolam renang
setelah bermain sampai kelelahan, aku kembali ke pintu depanku. Dan
ketika aku melakukannya, di depan kamarku, 3 dari mereka yang sudah menunggu
terlihat bersemangat.
"Kau terlambat, Ayanokouji!
Cepat dan buka!"
Sudou yang sudah kehabisan
kesabaran, menendang pintu. Tapi aku ingin dia berhenti karena itu akan mengganggu
orang lain di kamar tetangga dan menarik perhatian manajer asrama.
"Cepat, Ayanokouji!"
Aku dibuat membukakan pintu ke
kamarku sendiri oleh sekelompok laki-laki yang tidak mampu menekan gairah
mereka dan mendorong punggungku.
Di tangan Ike dan yang lainnya
adalah kartu yang bisa mereka lepas dari mobil remot kontrol dan yang tersimpan di dalamnya pastilah salah satu gambaran mentah dari gadis-gadis itu.
Memasuki kamarku sebelum
pemiliknya sendiri masuk, mereka menyalakan komputerku tanpa izin.
"J-Jika sesuatu yang luar
biasa ditampilkan di sini, kau akan membiarkanku menyalinya, kan...."
"Kalian semua, tunggu
sebentar. Pertama-tama, aku harus memastikan, karena kalian tidak punya hak
untuk melihat tubuh telanjang Suzune"
"Tenang, kalian berdua. Di
sini kita semua harus berteman. Guhehehehe"
Sepertinya mereka tidak lagi bertengkar
bahkan mempertimbangkan keberadaanku karena mereka tidak sabar menunggu komputer menyala.
Karena itu adalah hari yang
melelahkan dengan berbagai alasan, aku duduk di tempat tidurku saja.
"Jika kalian mengembalikan itu kepadaku setelah memeriksa isinya, itu akan sangat membantu"
"Apa yang kau maksudkan,
Ayanokouji? Memutuskan semuanya sendiri. Kau juga mau melihatnya, kan?"
"Jika kau kembali, aku
merasa sekaranglah saatnya"
"Ahh, aku mengerti. Jika kau
akan bertindak seperti anak yang baik dan sebagainya, bahkan tidak berpikir
bahwa semuanya terlihat baik-baik saja? Aku tidak akan
menunjukkannya kepadamu"
Berdiri di depan layar komputer,
Ike merentangkan kedua tangannya seolah-olah dia ingin menghalangi pandangan.
"Tidak ada bajingan yang
tidak tertarik dengan tubuh telanjang perempuan. Jujur saja".
Dari Sudou yang sudah santai
seolah rumahnya sendiri, kata-kata seperti itu menimpaku, tapi aku tidak merasa
perlu melihat tubuh telanjang seorang perempuan sampai mati-matian. Paling
tidak, aku tidak merasa perlu mengambil resiko dikeluarkan.
"Nuwaa !? Kenapa, kenapa,
kenapa tidak ada yang muncul !!!"
Setelah membuka kartu mini yang
mereka pikir dipinjam dari Profesor, tidak ada data sama sekali di dalamnya.
Dengan kata lain, rekaman dari mobil yang dikontrol remot radio tidak pernah
berfungsi dengan baik sejak awal.
"T-tidak ada, data
......"
"Tidak mungkin itu benar,
kan? Maksudku, kita memang berhasil merekamnya dengan benar, kan?"
3 dari mereka panik dan membuka
folder berkali-kali, tapi tidak ada sama sekali di sana.
Itu sudah jelas. Kartu yang
memiliki data yang tersimpan dalamnya sudah diambil oleh Karuizawa dan dia
menggantinya dengan kartu yang kosong. Tidak peduli seberapa keras mereka
mencarinya, tidak bisa menemukan file yang tidak ada. Di sisi lain, data asli
sudah dihancurkan dan karena itu tidak akan ada lagi.
"Kenapa tidak adaaaaaaaaaaaaaa!!!"
Dan dengan begitu, ambisi dari
trio diot itu sudah padam karena kerusakan dari dalam.
Admin:
Oppai, oppai, oppai, oppai.. bokong.
Volume ini sudah selesai. Cus lanjut ke volume 5, volume yang "katanya" sangat seru. Maaf atas keluhannya yang minta posting cepat. Sebenarnya, ingin rasanya nerjemahin list progress yang lain :'( Penutup, selamat membaca ('.')>
pertamax euy :v
BalasHapusdi tunggu translate vol 7.5nya min
BalasHapusVol 5 dulu kan wkwkwkw
HapusTernyata epilogny cuma nyeritain awal mula kejadiannya. Lanjut ke volume 5 min, katanya ayanokouji berurusan sama sakayanagi. Udah nggak sabar baca volume 5
BalasHapusBener gan, Vol 5 sangat-sangat seru..
HapusMantaps min.
BalasHapusVolum 5 min kalo bisa,
Gak bisa tidur mikirin volum 5 min
Sebelumnya terimakasih min,soalnya ane cari cari cumq di aini yang nyediaan LN nya,mau beli bukqn gqk qda duit tapi beli dimana.terimakasih.
BalasHapusDan di tunggu vol 5 nya,kalau bisa seminggu up semua chapternya wkwkwkwk
Semangat min.. Terima Kasih
BalasHapusSemangat min.... Di tunggu Upd Vol 5 nya....
BalasHapusdi tunggu volume 5 secepatnya smangat min
BalasHapuschapter yg kiyotaka lawan ryueen min rilis min!!!!
BalasHapusMin, kok transport volume 10 chapter 1 udah selesai tapi charter 7 masih ada yang belum lengkap?
BalasHapusCuman baca part Ayano sama karuizawa kei🤣
BalasHapus